-->
GBZaKb4mDsf2d4pb32XNiDrx6XCCRy6EKLbcOCE9

Pengertian LCD (Liquid Crystal Display) dan Cara Kerjanya

Pengertian LCD

Hampir dari semua orang pasti mengetahui LCD yaitu yang biasanya terpasang pada Komputer atau Smartphone, tak banyak orang mengetahui sebenarnya apa itu LCD dan bagaimana cara kerja LCD sehingga menghasilkan banyak warna? Jawabannya ada di bawah ini jadi simak baik-baik ya!

Pengertian LCD

LCD atau kependekan dari Liquid Crystal Display adalah sebuah display yang mampu menghasilkan gambar dan warna yang menggunakan kristal cair sebagai media refleksinya dan dapat menghasilkan sebuah gambaran yang diinginkan.

Asal-usul LCD (Liquid Crystal Display)

Kristal cair ditemukan pertama kali akhir abad 19 oleh ahli tumbuhan Austria, Friedrich Reinitzer. Istilah kristal cair sendiri telah diperkenalkan oleh seorang akhli fisika Jerman, Otto Lehman. Kristal cair merupakan substansi yang hampir tembus cahaya, dan mampu menunjukkan sifat-sifat seperti benda padat maupun benda cair. Susunan molekul kristal cair mampu menghambat berkas cahaya yang berusaha melewati karakteristik benda padat itu.

Pada tahun 1960 ditemukan bahwa pemberian aliran listrik ke kristal cair dapat memengaruhi susunan molekulnya, sehingga cahaya mampu menembusnya.

Sejak perannya sebagai media peraga pada tahun 1971, LCD telah bergerak memasuki berbagai bidang termasuk TV, kamera digital, jam tangan, dan banyak lagi. Melihat perannya ini, sampai sekarang masih dipercaya bahwa LCD adalah satu-satunya teknologi yang mampu menggantikan monitor CRT.

Cara Kerja LCD

Kebanyakan kristal cair merupakan bahan organik yang terdiri atas molekul-molekul berbentuk pipa. Akibat sifat alami yang dimilikinya, molekul-molekul ini mampu menata dirinya membentuk susunan paralel. Susunan molekul ini dapat diatur dengan mengalirkan kristal cair ke permukaan yang diberi alur. Susunan molekul akan mengikuti alur-alur ini, sehingga jika alurnya dibuat paralel, susunan molekul kristal cair juga akan paralel.

Prinsip pertama LCD adalah dengan menempatkan kristal cair diantara dua permukaan yang diberi alur halus. Alur-alur halus pada permukaan yang satu membentuk sudut 90 derajat (tegak lurus) dengan alur-alur halus pada permukaan yang lain. Jika molekul pada salah satu permukaan tersusun dari utara ke selatan dan molekul pada permukaan lainnya mengarah dari barat ke timur, molekul-molekul yang ada diantaranya akan dipaksa berputar sejauh 90 derajat. Akibatnya, lintasan cahaya yang mengikuti susunan molekul ini juga akan berputar 90 derajat ketika melewati kristal cair. Ketika tegangan listrik diberikan ke kristal cair, molekul-molekulnya akan menata dirinya secara vertikal yaitu dengan maksud mempersilahkan cahaya untuk melewatinya tanpa berputar 90 derajat.

Cara Kerja LCD

Prinsip LCD yang kedua yaitu dengan mengandalkan sifat filter polarisasi dan cahaya itu sendiri. Gelombang cahaya akan mengarah dengan sudut yang mengacak. Filter polarisasi sendiri ialah sekumpulan garis paralel yang sangat halus. Garis-garis ini bertindak seperti jaring yaitu dengan cara menghambat semua gelombang cahaya, kecuali yang sejajar dengan garis. Filter polarisasi kedua memiliki garis-garis halus yang sama, tetapi terpasang tegak lurus dengan filter pertama sehingga akan menghalangi cahaya yang telah terpolarisasi tadi.

Baca juga:
Perbedaan SSD dan HDD yang Membuat Kamu Kagum
Cara Menambah RAM dengan Menggunakan Flashdisk
8 Cara Meningkatkan Kecepatan Smartphone Android

Cahaya hanya akan lolos dari filter kedua jika garisnya tepat paralel dengan yang pertama, atau jika cahaya itu sendiri terputar sehingga sesuai dengan polarisator kedua.


Sebuah LCD yang berisi dua filter polarisasi, seperti telah dijelaskan di atas, akan menghadang semua cahaya yang mencoba menembusnya. Tetapi diantara kedua filter ini terdapat kristal cair. Karenanya, cahaya akan terpolarisasi oleh filter pertama, diputar 90 derajat oleh kristal cair, dan menembus filter kedua dengan sempurna. Namun demikian, jika tegangan listrik diberikan pada kristal cair, molekul-molekul kristal akan menata diri secara vertikal sehingga akan berjalan tanpa berputar 90 derajat tetapi kemudian dihadang oleh filter polarisasi kedua.

Dengan demikian, tidak ada tegangan berarti cahaya yang dapat lewat, sementara adanya tegangan berarti tidak adanya cahaya yang keluar diujung filter kedua. Kristal-kristal dalam sebuah LCD dapat disusun secara berlawanan sehingga cahaya akan lewat jika ada tegangan dan terhalang jika tidak ada tegangan. Namun demikian, karena layar komputer dengan interfence grafik yang hampir selalu menyala, energi akan dapat dihemat dengan menata kristal dalam konfigurasi tanpa tegangan cahaya.

Kesimpulan

Kristal cair akan menfilter cahaya backlight. Cahaya putih sendiri ialah susunan dari beberapa ratus spektrum cahaya dengan warna yang berbeda-beda. Beberapa ratus spektrum tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami pemantulan atau perubahan arah sinar.

LCD bekerja dengan cara membuka dan menutup layaknya kedipan mata. Proses buka tutup ini berlangsung dengan cepat. Karena itulah muncul istilah Response Time di LCD.

Response Time merupakan waktu yang diperlukan untuk berubah dari posisi kristal cair yang tertutup rapat (waktu menampilkan warna hitam) ke posisi kristal cair yang terbuka lebar (waktu menampilkan warna putih). Jadi semakin cepat response time maka semakin baik hasilnya. Response Time yang lambat akan menimbulkan cacat gambar yang tidak enak dipandang mata yang biasanya disebut ghosting atau jejak gambar.

Cukup sekian pembahasan mengenai Pengertian LCD jika ada kata yang salah mohon dimaafkan. Semoga bermanfaat!
Related Posts
Cynef
Memiliki minat pada ilmu pengetahuan khususnya pada bidang teknlogi, membuat saya tertarik untuk menulis apa yang saya ketahui pada blog Cynef, sekaligus menyalurkan hobi saya yaitu menulis.

Related Posts

Post a Comment